Wednesday, March 21, 2012

Muntah pada bayi / anak

Muntah (regurgitasi) adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut dengan terpaksa atau dengan kekuatan. Mual dan muntah merupakan gejala yang umum dari gangguan fungsional saluran cerna, dan keduanya berfungsi sebagai perlindungan melawan toksin atau benda asing yang tidak sengaja tertelan.

Beberapa tindakan yang dapat diupayakan untuk mencegah bayi muntah diantaranya dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Cuci tangan anda. Bila anda menggunakan susu formula, sterilkan botol dengan merebusnya sebelum membuat susu, untuk mencegah masuknya kuman atau bakteri.
2. Sendawakan bayi sebelum dan sesudah minum susu dengan cara digendong tegak lurus dan disandarkan di bahu anda. Tepuk pundaknya dengan halus sampai bayi bersendawa.
3. Berikan susu pada bayi secukupnya dan pada waktu yang tepat. Jangan memberikan susu saat bayi lapar, karena cenderung bayi untuk minum dengan terburu-buru dan dalam jumlah banyak. Jeda waktu pemberian susu formula (bagi bayi yang diberi susu formula) kurang lebih 3,5 - 4 jam.
4. Pada waktu memberikan susu dengan dot, usahakan nipple dot masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi dengan posisi tegak lurus dengan mulut bayi. Hal ini akan mengurangi masuknya udara ke perut bayi pada saat menyusu, sehingga mencegah bayi muntah.
5. Biarkan bayi berbaring kurang lebih 10 menit setelah menyusu, setelah itu disendawakan.

*sumber : http://www.ripiu.com/article/read/mencegah-bayi-muntah

Muntah karena refluks juga sering terjadi pada anak di bawah satu tahun. Yang normal, frekuensinya hanya 1-2 kali sehari. Penyebabnya lagi-lagi karena saluran pencernaan yang masih belum sempurna. Tepatnya, pada daerah antara tenggorokan dengan lambung terdapat suatu “klep” yang menyerupai pentil ban.

Di sini udara bisa masuk tapi tak bisa keluar lagi. Nah, seharusnya makanan yang sudah masuk ke lambung juga tidak boleh kembali lagi ke atas/tenggorokan. Namun karena “klep” bayi belum sempurna, kondisinya masih longgar. Alhasil, makanan yang sudah masuk lambung dan sudah tercampur asam lambung, sering kembali lagi ke tenggorokan. Karena terlalu sering maka akan melukai tenggorokan bayi. Biasanya keadaan ini akan membaik setelah masa bayi lewat. Namun pada sebagian anak ada yang tetap mengalami gangguan refluks hingga besar.


Cara mengatasi: Ubah cara makan anak. Ketimbang sekali makan dengan porsi banyak, lebih baik makan dikentalkan dengan posisi setengah duduk. Bila anak muntah, hentikan makan. Tunggu beberapa saat sampai ia bisa menerima makanan kembali. Namun bila bayi terlalu sering muntah, gelisah, dan sulit tidur, sebaiknya segera bawa ke dokter. Begitu juga pada anak balita yang setiap habis makan selalu merasa mual-mual atau muntah. Dokter biasanya akan memberi obat tambahan untuk memperkuat “klepnya” tadi.

*sumber : http://www.parenting.co.id/archive/web/forum/forum_detail.asp?catid=&id=1&topicid=5857

Random Posts



0 comments:

Blog Archive