Tuesday, October 18, 2011

Bukti audit

Bukti audit (audit evidence) mendukung laporan keuangan yang terdiri dari data akuntansi dan semua informasi penguat yang tersedia bagi auditor.

Jurnal, buku besar dan buku pembantu, dan buku pedoman akuntansi yang berkaitan, serta catatan seperti lembaran kerja (work sheet) dan spread sheet yang mendukung alokasi biaya, perhitungan, dan rekonsiliasi keseluruhannya merupakan bukti yang mendukung laporan keuangan.

Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen; dalam hal ini bukti audit berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan perundang-undangan.

SIFAT BUKTI AUDIT
Bukti audit didefinisikan sebagai setiap informasi yang digunakan oleh auditoruntukmenentukan apakah informasi yang diaudit telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Bukti auditmencakup informasi yang sangat persuasif, seperti perhitungan auditor atas surat berharga yangdapat diperjualbelikan, dan informasi yang kurang persuasif, seperti berbagai tanggapan ataspertanyaan-pertanyaan dari para karyawan klien.

PERBEDAAN KONTRAS BUKTI AUDIT DENGAN BUKTI HUKUM DAN ILMIAH

Penggunaan bukti-bukti tidak semata-mata dilakukan oleh auditor. Bukti-bukti juga dipergunakan secara luas oleh para ilmuwan, pengacara, dan ahli sejarah. Dalam kasus-kasus hukum terdapat aturan-aturan tentang bukti hukum yang digunakan oleh hakim untuk melindungi pihak yang tidak bersalah. Serupa dengan hal itu, dalam berbagai eksperimen ilmiah, seorang ilmuwan mempergunakan bukti untuk menarik berbagai kesimpulan tentang suatu teori. Auditor pun mengumpulkan berbagai bukti audit untuk digunakan dalam pengambilan keputusan. Jenis buktiyang digunakan oleh auditor berbeda dengan bukti yang dikumpulkan oleh para ilmuwan dan dalam berbagai kasus hukum, serta bukti itupun digunakan dalam berbagai cara yang berbeda, tetapi dalam ketiga kasus tersebut, bukti-bukti dipergunakan untuk menarik berbagai kesimpulan.

BERBAGAI KEPUTUSAN BUKTI AUDIT
Keputusan utama yang dihadapi auditor adalah menentukan jenis dan jumlah bukti audit yang tepat untuk dikumpulkan agar dapat memberikan keyakinan yang memadai bahwa berbagai komponen dalam laporan keuangan serta dalam keseluruhan laporan lainnya telah disajikan secara wajar. Pertimbangan ini memegang peranan penting karena adanya hambatan biaya dalam menguji dan mengevaluasi semua bukti audit yang tersedia.Berbagai keputusan auditor dalam pengumpulan bukti audit dapat dipilah ke dalam empat sub keputusan :
1. Prosedur-prosedur audit apakah yang akan digunakan
2.
Ukuran sampel sebesar apakah yang akan dipilih untuk prosedur tertentu
3.
Item-item manakah yang akan dipilih dari populasi
4.
Kapankah berbagai prosedur akan dilakukan

BERBAGAI PROSEDUR AUDIT
Prosedur audit adalah rincian instruksi untuk pengumpulan jenis bukti audit yang diperoleh pada suatu waktu tertentu saat berlangsungnya proses audit. Dalam merancang berbagai prosedur audit, merupakan hal yang umum untuk menerjemahkannya ke dalam berbagai istilah yang cukup spesifik agar dapat digunakan sebagai instruksi-instruksi selama pelaksanaan audit.

UKURAN SAMPEL
Setelah memilih prosedur audit, mungkin sekali memilih beragam ukuran sampel dari hanya satu sampel hingga semua item yang terdapat dalam populasi yang sedang diuji.Keputusan untuk memilih seberapa banyak item yang akan diuji haruslah dibuat oleh auditor untuk masing-masing prosedur audit yang ada. Ukuran sampel bagi setiap prosedur tersebut kemungkinan besar akan berbeda antara satu penugasan audit dengan penugasan audit lainnya.

ITEM-ITEM YANG TERPILIH
Setelah penentuan ukuran sampel untuk prosedur audit dilakukan, haruslah ditentukan item-itemmana dari populasi yang akan diuji. Jika auditor memutuskan, umpamanya, untuk memilih 50 cekyang ditangguhkan dari poulasi sebesar 6600 cek sebagai item-item yang akan dibandingkan dengandata pada buku jurnal pengeluaran kas, maka dapat digunakan berbagai metode yang berbeda untuk memilih cek-cek manakah yang akan diuji.

PEMILIHAN WAKTU YANG TEPAT

Audit atas laporan keuangan umumnya mencakup periode waktu tertentu seperti satu tahun, danumumnya proses audit baru selesai dilaksanakan setelah beberapa minggu atau bulan setelahberakhirnya suatu periode waktu. Waktu pelaksanaan berbagai prosedur audit beragam mulai dariawal suatu periode akuntansi atau lama setelah periode akuntansi itu berakhir. Selain itu, keputusanuntuk pemilihan waktu audit pun dipengaruhi oleh kapan audit tersebut harus diselesaikan agar sesuai dengan kebutuhan klien. Bagaimanapun, pemilihan waktu yang tepat juga dipengaruhi olehkeyakinan auditor tentang kapan bukti audit akan memberikan hasil yang paling efektif dan kapanstaf audit dapat melaksanakan proses audit tersebut.

PROGRAM AUDIT
Daftar atas berbagai prosedur audit untuk area audit tertentu atau untuk keseluruhan proses audit disebut sebagai program audit. Program audit selalu mengandung daftar rangkaian prosedur audit. Didalamnya pun sering kali mencakup pula ukuran sampel, item-item yang dipilih,dan waktu pelaksanaan pengujian tersebut.Umumnya, untuk setiap komponen audit akan terdapat suatu program audit yang mengandung sejumlah prosedur audit. Selanjutnya, akan terdapat suatu program audit untuk piutang dagang, penjualan, dan seterusnya.Mayoritas auditor menggunakan berbagai jenis komputer untuk mendukung persiapan program-program audit. Suatu aplikasi komputer yang lebih canggih akan melibatkan penggunaansuatu program yang khusus dirancang untuk membantu auditor berpikir melalui berbagai pertimbangan perencanaan audit dan memilih prosedur-prosedur yang tepat menggunakan perangkat lunak pembuat program audit.

*sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bukti_audit
http://www.scribd.com/doc/52592067/SIFAT-BUKTI-AUDIT

Random Posts



0 comments:

Blog Archive