PENTING : **SEDEKAH ROMBONGAN||RUMAH ZAKAT || ACT || Kajian Hadis**
PELUANG USAHA 2016 !!!|*|DUITBUX|*|Program PTC nyari duit di internet|

Friday, September 11, 2009

Semangat kebhinnekaan dalam pluralisme bangsa

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas banyak pulau, daerah, suku, bahasa, budaya, adat istiadat, dan lain sebagainya yang menjadikan bangsa kita ini bangsa yang majemuk ( plural ).

Namun dari kemajemukan tersebut dengan segala macam perbedaannya, para pejuang proklamasi negara Republik Indonesia mampu bersatu padu, bekerjasama, tanpa melihat perbedaan dengan satu tujuan yang sama yaitu untuk membentuk suatu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang merdeka, berdiri sendiri, terbebas dari penjajahan. Hal tersebut dicetuskan dalam Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sebelumnya, pada tahun 1928, para pemuda dari berbagai daerah dan suku mulai menganggap bahwa persatuan dan kesatuan itu penting untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena selama ini perjuangan melawan penjajah Belanda dilakukan secara sendiri-sendiri di daerah masing-masing, sehingga mudah dipatahkan oleh Belanda yang notabene memiliki persenjataan yang lebih lengkap dan canggih dibanding dengan pejuang Indonesia yang mengandalkan senjata bambu runcing, rencong, pedang, keris, dan senjata tradisional lainnya.


Para pemuda tersebut pada tanggal 28 Oktober 1928 berkumpul dan mengikrarkan Sumpah Pemuda yang mengaku bertanah air satu, berbangsa satu dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.
Dengan merasa adanya persamaan nasib, dan persamaan tekad untuk merdeka, lepas dari penjajahan, para pemuda yang berasal dari berbagai daerah, suku, dan bahasa tersebut mampu untuk bersatu dengan mengesampingkan kemajemukan yang ada, tidak memandang perbedaan sebagai halangan, yang ada di pikiran mereka adalah mereka bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia. Tidak ada fanatisme kedaerahan maupun golongan disini.

Sekarang ini, semangat tersebut juga harus kita tiru dan kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam bermasyarakat. Pluralisme bukan suatu hal yang kita cari perbedaannya, namun keanekaragaman tersebut harusnya menambah kekayaan budaya bangsa ini. Saling menghargai dan toleransi dengan orang lain yang berbeda agama, suku, ataupun golongan dengan kita adalah sesuatu yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita ingin dihargai orang lain, maka kita harus menghargai orang lain terlebih dahulu.

Selama perbedaan itu tidak melanggar hukum, tidak melanggar hak asasi manusia, tidak melanggar norma agama, ataupun norma adat yang berlaku umum, maka kita harus menghormati dan menghargainya. Dalam memberikan bantuan terhadap yang membutuhkan juga sebaiknya tidak pilih-pilih, tetapi siapapun meski berbeda dengan kita kalau mereka membutuhkan wajib kita bantu semampu kita. Apalagi kalau mereka adalah tetangga dekat rumah kita sendiri atau rekan sekerja di kantor.

Semangat kebhinnekaan dalam pluralisme bangsa Indonesia ini harus selalu tertanam dalam diri kita, saling menghargai, menghormati, dan toleransi demi satu tekad dan tujuan yaitu untuk memajukan bangsa Indonesia. Setidaknya kalau kita tidak bisa ikut berkontribusi secara aktif dalam memajukan dan membangun bangsa ini, maka janganlah kita malah merusaknya.

Random Posts



7 comments:

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× said...

Nice posting anda benar sobat suatu pembelajaran yang sangat bagus dan menjadikan diri kita lebih intropeksi diri.makasih

vie_three said...

setujaaa..... eh salah setujuuu.... hehehehehe

JT said...

setujuga jg sob, semangat ini kadang terlupakan. kadang kita memilih dan memilah hanya untuk yang menguntungkan kita sj.

dengan semangat ini moga smangat kita fresh kembli

All About Samarinda said...

Hi, ray...
Postingan menarik dan sangat menggugah lho...but, dalam rangka apa yaa...kan 17-an dah lewat atuuu....kontes lagi kah....?

soewoeng said...

harus belajar dari kamu ray

Anonymous said...

Sayang tema dan ide tulisan seperti deja vu.....!!

rayearth2601 said...

@ peace : terimakasih juga ya dah mampir kesini :)

@ vie three : apa itu setuja ? hehe

@ JT : yup. yang penting semangat bro !!!

@ All about samarinda : iyah, ini mencoba ikutan kontes menulis Pesta blogger 2009, hehe, kamu gak ikutan juga ngeramein ?

@ om soewoeng : waduh, justru aku yang mau berguru sama om soewoeng

@ anonymous : deja vu yang seperti bagaimana ya ?

Blog Archive