Thursday, June 11, 2009

Ketika Cinta Bertasbih

Film Ketika Cinta Bertasbih
Film Ketika Cinta Bertasbih akan ditayangkan serentak di bioskop beberapa kota Indonesia pada hari ini Kamis 11 Juni 2009, dan juga ditayangkan di 8 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Mesir, Australia, Hongkong, dan Brunei Darussalam.

Film bertemakan religi Islam yang diangkat dari cerita novel dengan judul yang sama yaitu Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy ( kang Abik ) ini diproduksi oleh Sinemart, disutradarai oleh sutradara Chaerul Umam dan skenarionya ditulis oleh Imam Tantowi. Film Ketika Cinta Bertasbih ini berdurasi sekitar 124 menit, dibintangi oleh bintang-bintang hasil audisi sejak beberapa waktu yang lalu, mengambil syuting di Mesir, Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Magelang.

Artis-artis dalam film Ketika Cinta Bertasbih antara lain : Kholidi Asadil Alam ( tokoh utama yang berperan sebagai Khoirul Azzam ), Oki Setiana Dewi ( berperan sebagai Anna yang nantinya menjadi istri Azzam, meskipun sebelumnya menikah dengan teman Azzam yaitu Furqon, kalau gak salah nama lengkapnya Anna Alfathunnisa ), Alice Norin ( berperan sebagai Eliana, anak Duta Besar Mesir ), Andi Arsyil Rahman, Meyda Sefira, Kang Abik juga ikut berperan dalam film ini, dengan dukungan dari Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Didi Petet, El Manik, Meidiana Hutomo, dan sebagainya.

Hm, kira-kira bagus gak ya film Ketika Cinta Bertasbih ini, akankah sanggup mengulangi kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang juga diangkat dari cerita novel karya Habiburrahman El Shirazy. Kalau dari cerita novelnya sih bagus sekali, aku sudah membaca novel Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, walaupun minjem kakak, wkwkk. Ceritanya cukup membuat larut dan langsung membayangkan bagaimana situasi yang sedang terjadi dalam cerita tersebut. Khoirul Azzam, seorang mahasiswa yang tidak lulus-lulus karena dia sengaja untuk berjualan tempe di Mesir, hidup mandiri di negeri orang agar bisa membantu ibunya di kampung, hingga adiknya yang bernama Ayatul Husna bisa sukses. Sungguh suatu pengorbanan dari seorang kakak yang cukup besar, meninggalkan Indonesia dalam jangka waktu yang lama, dan menahan kerinduan untuk pulang bertemu keluarga. Konflik batinnya ketika bertemu dengan Anna dan ketika Anna menikah dengan sahabatnya sendiri, Furqon juga cukup menarik. Bagaimana Eliana putri Dubes mencoba menarik hati Azzam, dan masih banyak lagi cerita menarik dalam novel tersebut ( karena aku lupa detailnya, maklum sudah lama banget bacanya, setahun yang lalu kayaknya ).

Kalau sudah ada yang nonton film Ketika Cinta Bertasbih ini, gimana komentarnya, bagus nggak ? Kalau aku sih belum tahu mau nonton atau gak film ini, karena harus jaga rumah, wakaka.


*sumber :
http://www.filmketikacintabertasbih.com/
Film Ketika Cinta Bertasbih Motivasi pemuda Mandiri ( Kompas )

Random Posts



8 comments:

pherry prast said...

walaupun belum sempat nonton, tapi kayaknya aac kalah deh ma this one... coz persiapannya lebih mantaph kelihatannya....

salam kenal dari saya

victor widyalistama said...

Wah Judulnya c asyik ini daripada AAC, tapi saya yakin mantep ini dech...
Hihi . . .
Bravo kang Abik..

lakstyo said...

parah juragan filmnya!

jelek! kayak sinetron..
semua segi penggarapan film gak ada yg bener.. pdhl novelnya bagus

Endang said...

Setiap novel yang difilmkan pasti tidak akan sehebat cerita di novelnya. Karena imajinasi pembaca tidak akan bisa divisualkan. Tapi secara keseluruhan film ini bagus, layang untuk ditonton.

Feri said...

Saya udah nonton tapi kecewa bgt. Saya kayak nonton sinetron. Padahal biaya pembuatan filmnya dengar2 paling mahal di Indonesia. Mendingan baca novelnya aja deh...!

rayearth2601 said...

hm, begitu ya, jadi aku nungguin filmnya ditayangin di TV aja deh, wkwkwk

Masih bersambung ya katanya kayak novelnya yang dibikin dwilogi

govipro said...

kenapa harus mencela?kalo mencela, apakah bisa membuat film yang lebih bagus dari AAC? saya rasa engga. saya liat persiapan KCB juga mantab. para pemain utamanya diambil dari audisi, yang benar2 mengambil orang2 yang berkualitas. lihat di film KCB yang pertama. disana tidak ada sama sekali pegangan tangan wanita dan laki-laki. pernikahan ust zulkifli dengan tiara yang para tamu laki2 dan peremupuannya dipisah.subhanallah. ada banyak hikmak menurut saya dari film ini. Azam yang mempertahankan kesuciannya dan kesucian wanita. ini pelajaran buat kita. menurutku KCB lebih bagus dari AAC. sang sutradara lebih paham tentang hub laki2 dan perempuan yang belum muhrimnya. film ini sangat layak ditonton. lihatlah nilai2 moral dari film ini. bisakah mengaplikasikannya??

govipro said...

ralat : apakah bisa membuat film yang lebih bagus dari KCB?? bukan AAC.

Blog Archive